Warga di Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang mengalami ketidaknyamanan akibat aktivitas truk pengangkut tanah galian C tanpa penutup di Jalan APT Pranoto. Truk-truk ini membawa tanah uruk dari Sangatta Selatan dan melintasi ring road Sangatta Utara, meninggalkan debu tebal di sepanjang jalan. Mayoritas truk tidak menggunakan terpal penutup, sehingga material tanah seringkali jatuh ke jalan. Dampaknya dirasakan oleh warga setempat, seperti Maghfur yang mengeluhkan debu setiap kali truk lewat.
Setiap hari, puluhan truk melintas di daerah tersebut, mengganggu keseharian warga dan pengguna jalan lainnya. Yusril, seorang pengemudi ojek online, bahkan menilai kondisi tersebut berpotensi bahaya bagi pengendara. Meskipun Dishub Kutim telah memasang spanduk imbauan dan ancaman sanksi tilang, masih banyak truk yang tidak patuh.
Warga menuntut peningkatan pengawasan dan penertiban dari pihak berwenang. Mereka menginginkan aturan yang ada ditegakkan dengan tegas untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas truk galian C. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama agar lingkungan sekitar bisa terjaga dengan baik.





