BONTANG – Investasi di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), melebihi target pemerintah setempat dengan mencapai Rp3,08 triliun pada tahun 2025. Namun, fakta menarik terungkap bahwa sebagian besar investasi tersebut terkonsentrasi di satu wilayah khusus, yaitu Kecamatan Bontang Utara.
Investasi Terfokus di Bontang Utara
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, sebanyak Rp1,17 triliun atau 98,94 persen dari total investasi masuk ke Bontang dialokasikan di Kecamatan Bontang Utara. Sementara itu, Bontang Barat hanya menerima Rp9,36 miliar dan Bontang Selatan Rp3,2 miliar untuk investasi.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspian Nur, menyatakan bahwa capaian investasi tersebut telah melampaui target awal dengan pertumbuhan sebesar 13,66 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, terhadap Kota Bontang semakin meningkat.
Struktur Investasi dan Tantangan
Dominasi investasi di Bontang Utara dapat dijelaskan dengan adanya kawasan industri besar dan infrastruktur pendukung ekonomi yang menjadi pusat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Dari total investasi, sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp3,02 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp54,11 miliar.
Secara sektoral, sebagian besar investasi PMDN berasal dari industri pengolahan, terutama industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi yang menyumbang sebanyak 85,96 persen dari total investasi. Sisanya berasal dari sektor perdagangan, industri logam dasar, jasa lainnya, hingga sektor pariwisata.
Meskipun capaian investasi yang mengesankan, ketimpangan sebaran investasi antarwilayah tetap menjadi tantangan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata di Kota Bontang. Struktur investasi yang masih sangat bergantung pada sektor industri besar perlu diimbangi dengan keberagaman sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi kota tersebut.





