Denting Tingkilan Tanah Guntung Bontang: Dedikasi Ridwan Yin Sindat

by -49 Views






Denting Tingkilan di Tanah Guntung, Bontang: Dedikasi Ridwan Yin Sindat Menjaga Api Warisan di Tengah Arus Modernisasi

Denting Tingkilan di Tanah Guntung, Bontang: Dedikasi Ridwan Yin Sindat Menjaga Api Warisan di Tengah Arus Modernisasi

Di tengah terik matahari yang memancar di langit Kelurahan Guntung, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), sebuah fragmen masa lalu berusaha untuk bernapas. Suara seni musik tradisional Kutai Melayu, Tingkilan, mengalun dalam kesibukan industri kota, mengajak siapa pun yang mendengarnya untuk merasakan kehangatan akar tradisi yang kaya.

Pelindung Tradisi

Ridwan Yin Sindat, seorang pemuda berusia 26 tahun dari Guntung, telah menjadikan dirinya penjaga warisan budaya Tingkilan. Sejak kecil, Ridwan telah terpapar oleh keindahan musik tradisional ini melalui orang tuanya. Meskipun proses pembelajarannya tidak mudah, Ridwan tetap gigih dalam mempelajari setiap nada dengan penuh kesabaran dan konsistensi.

Ia bukan hanya pemain gambus, melainkan juga pengajar dan pelindung tradisi. Dengan mendirikan Sanggar Kembang Mayang, Ridwan berhasil menarik minat generasi muda untuk tetap melestarikan Tingkilan. Melalui sanggarnya, ia menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menjaga agar melodi leluhur tetap terdengar di tengah arus modernisasi yang kian menggempur.

Pesan Pelindung Warisan

Ridwan Yin Sindat telah membawa Tingkilan ke panggung-panggung megah, bahkan tampil di depan Presiden Joko Widodo. Dukungan dari pemerintah dan perusahaan besar semakin memperkuat langkahnya dalam melindungi warisan nenek moyang.

Saat petikan gambus dari Ridwan mereda di udara Guntung, kesan kesetiaannya pada tradisi masih terasa kuat. Pesannya kepada generasi muda agar tetap menjaga budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan martabat diri, menjadi pembelajaran berharga bagi siapa pun yang mendengarnya.


Source link