Perang Dagang Terbaru Trump Picu Ancaman Bagi Indonesia

by -114 Views

AS Siap Luncurkan Gelombang Tarif Baru, Indonesia Termasuk Sasaran

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersiap meluncurkan gelombang baru tarif impor yang berpotensi menghantam puluhan negara mitra dagang dalam waktu dekat, termasuk Indonesia. Kebijakan proteksionis tersebut akan diberlakukan seiring berakhirnya tarif global sementara yang selama ini berlaku pada pekan ini.

Mengutip Channel News Asia, Rabu (22/7/2026), Utusan Perdagangan AS Jamieson Greer mengungkapkan pemerintahan Presiden Donald Trump telah menyiapkan skema tarif baru yang secara khusus menyasar sekitar 60 negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Tarif tersebut dijatuhkan dengan alasan negara-negara tersebut dinilai gagal mengambil langkah tegas dalam memerangi praktik kerja paksa, sekaligus menjadi bagian dari upaya Washington membangun kembali agenda perdagangannya setelah sempat mengalami hambatan hukum.

Dalih Kerja Paksa

Greer menegaskan kebijakan baru ini akan mencakup sebagian besar perdagangan AS dengan negara-negara lain. “AS memiliki undang-undang untuk melarang perdagangan barang dengan kerja paksa. Negara-negara lain, sebagian besar tidak memiliki undang-undang tersebut, dan bagi yang memiliki pun tidak benar-benar menegakkannya,” tegas Jamieson Greer mengenai alasan pengetatan aturan perdagangan tersebut.

Meski demikian, langkah sepihak Washington berpotensi kembali memicu ketegangan dagang internasional. Dalam skema yang disiapkan, tarif 10% akan dikenakan terhadap barang impor dari negara-negara yang dinilai telah memiliki langkah penanganan kerja paksa, seperti Kanada, Uni Eropa, Meksiko, Taiwan, dan Inggris. Sementara itu, lebih dari 40 negara ekonomi utama lainnya, termasuk China, India, dan Jepang, terancam menghadapi tarif yang lebih tinggi, yakni 12,5%.

Kanada Kian Tertekan

Rencana tarif 50% terhadap Kanada muncul di tengah pembahasan ulang Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Washington menolak memperpanjang perjanjian tersebut dalam bentuknya saat ini. Greer dijadwalkan melakukan kunjungan ke Meksiko pada Rabu hingga Jumat guna membahas proses peninjauan USMCA.

Sebaliknya, negosiasi antara AS dan Kanada berjalan lebih lambat. Perdana Menteri Mark Carney juga belum memberikan sinyal akan berkunjung ke Washington untuk melakukan pembicaraan langsung.

Di saat bersamaan, AS juga bersiap mengenakan tarif 25% terhadap berbagai produk asal Brasil dengan alasan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Tarif tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu dan diperkirakan akan menjadi isu politik penting menjelang pemilihan presiden Brasil.

(luc/luc)

Source link