Misteri Evakuasi Presiden Tengah Malam: Fakta Terbaru!

by -78 Views

Presiden Taiwan Dievakuasi dalam Latihan Militer Tahunan

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Taiwan, Lai Ching-te, tiba-tiba dievakuasi Rabu malam dalam latihan militer tahunan yang dirancang untuk menguji kesiapan negara tersebut menghadapi kemungkinan perang dengan China. Latihan militer tersebut melibatkan prosedur darurat untuk evakuasi para pemimpin Taiwan ke lokasi aman saat terjadi krisis besar.

Evakuasi Presiden Taiwan dalam Latihan “Wan Chun”

Kantor kepresidenan Taiwan mengonfirmasi bahwa Lai bersama sejumlah pejabat senior dievakuasi menuju pusat komando sebagai bagian dari latihan militer Han Kuang. Latihan militer tahunan ini bertujuan untuk memastikan pemerintahan Taiwan tetap berfungsi ketika terjadi konflik yang melibatkan negara tersebut.

Latihan “Wan Chun” sendiri merupakan bagian dari rencana darurat yang telah ada sejak era Perang Dingin. Rencana ini dirancang untuk menghadapi serangan yang mungkin menargetkan kepemimpinan Taiwan. Lai Ching-te, sebagai presiden Taiwan, untuk pertama kalinya menjalani prosedur evakuasi ini sejak menjabat pada tahun 2024.

China dan Ketegangan dengan Taiwan

Ketakutan akan serangan yang menargetkan kepemimpinan Taiwan tidaklah tanpa alasan. Media pemerintah China sebelumnya menyebut bahwa latihan militer di sekitar Taiwan melibatkan simulasi serangan presisi untuk misi “pemenggalan kepala”. Beijing secara konsisten menyatakan klaimnya atas Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan pemakaian kekuatan untuk merebutnya.

Selain latihan evakuasi, Han Kuang juga melibatkan pengujian struktur komando, koordinasi antar lembaga, dan mekanisme tanggap darurat untuk menghadapi situasi darurat yang tak terduga. Taiwan juga melakukan pengerahan pasukan dan sistem persenjataan di berbagai wilayah, termasuk pengujian sistem pertahanan udara buatan dalam negeri.

Meskipun China belum memberikan komentar langsung terkait latihan tersebut, aktivitas militer China di sekitar Taiwan berlangsung hampir setiap hari. Pada Rabu, Taipei melaporkan adanya pesawat militer dan kapal perang China di wilayah sekitar Taiwan. Presiden Lai Ching-te sendiri menekankan bahwa masa depan Taiwan harus ditentukan oleh rakyat Taiwan.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link