Negara Ini Stop Ekspor Konsentrat Tembaga & Kobalt: Kenapa?

by -89 Views

Kongo Larang Ekspor Konsentrat Tembaga dan Kobalt

Republik Demokratik Kongo secara resmi telah melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt. Langkah ini diambil untuk memaksa perusahaan melakukan pemrosesan di dalam negeri dan mempertahankan nilai tambah lebih banyak dari sumber daya mineral mereka.

Larangan Ekspor dan Dampaknya

Kebijakan larangan ekspor ini mulai diberlakukan sejak 29 Juni dan memiliki efek yang signifikan terhadap harga tembaga. Harga logam tersebut melonjak hingga US$ 14.369,50 per metrik ton, mencapai puncak tertinggi sejak Januari lalu.

Selain peningkatan harga, aturan ini juga memperkenalkan rezim pajak yang lebih ketat untuk produk tambang yang bernilai ekonomis tinggi. Meskipun demikian, sejumlah pengecualian masih bisa diberikan dalam situasi tertentu.

Dampak pada Operator Pertambangan

Fasilitas Kamoa-Kakula milik perusahaan Ivanhoe Mines di Kongo diprediksi menjadi salah satu pihak yang terdampak paling besar. Meskipun begitu, sebagian besar operator pertambangan di Kongo sudah mampu melakukan pemrosesan di dalam negeri.

Analis pertambangan, Christian-Geraud Neema, dari organisasi China-Global South Project, menilai bahwa larangan ekspor ini tidak akan mengganggu secara signifikan kegiatan operasional mayoritas perusahaan pertambangan di Kongo.

Respon dan Implementasi Kebijakan Baru

Hingga saat ini, pihak Zijin Mining dan asosiasi pertambangan Kongo belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan baru ini. Namun, pemerintah Kongo berharap bahwa implementasi rezim pajak yang baru akan berdampak positif pada pendapatan negara dari sektor pertambangan secara keseluruhan.

Source link