InJourney: Peningkatan Kesiapsiagaan Bandara dengan Optimalisasi Layanan

by -64 Views

InJourney Pastikan Bandara Buka Setelah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memastikan proses pemulihan dan normalisasi operasional bandara yang sempat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau terus berjalan optimal. Sebelumnya delapan bandara mengalami penutupan sementara sejak 6 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik, termasuk empat bandara yang dikelola InJourney Airports.

Bandara Beroperasi Penuh dengan Fokus Keselamatan Penumpang

Seluruh bandara yang terdampak kini kembali beroperasi secara penuh dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan pelayanan kepada penumpang. Dampak operasional tercatat di empat bandara yang dikelola oleh InJourney Airports yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Raden Inten II. Sebanyak 4.174 penerbangan terdampak yang berimplikasi pada perjalanan 455.754 penumpang.

Keselamatan dan keamanan penumpang menjadi prioritas utama InJourney. Setiap keputusan operasional dilakukan berdasarkan asesmen menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan rekomendasi dari berbagai pihak terkait. Bandara-bandara terdampak dibuka setelah hasil pengujian BMKG menunjukkan area bandara telah negatif dari paparan abu vulkanik.

Mitigasi dan Layanan Selama Penutupan Bandara

Selama penutupan, InJourney Airports melakukan penanganan dengan mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif seperti Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dan lainnya. Bandara Kertajati digunakan sebagai bandara alternatif dengan dukungan konektivitas pulang ke Jakarta.

Layanan pendukung penumpang juga diaktifkan selama periode gangguan operasional, seperti shuttle bus gratis, penyediaan makanan dan minuman, serta posko siaga. Semua layanan tersebut disediakan tanpa biaya tambahan bagi penumpang yang memenuhi ketentuan pelayanan.

Optimalisasi kualitas pelayanan dan penguatan kesiapsiagaan operasional menjadi fokus utama setelah bandara kembali beroperasi. Kolaborasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak terkait dalam memantau kondisi ruang udara dan aktivitas Gunung Anak Krakatau guna memastikan keselamatan penumpang.

Source link