Impian Adrian Luna di Persik Kediri Resmi Berakhir

by -64 Views

Persik Kediri resmi mengakhiri kebersamaannya dengan gelandang asal Uruguay, Adrian Luna. Pemain berusia 34 tahun itu meninggalkan skuad Macan Putih setelah masa peminjamannya berakhir bersamaan dengan tuntasnya kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Manajemen Persik memutuskan tidak mempermanenkan status Luna maupun memperpanjang masa tinggalnya di Stadion Brawijaya. Sebelumnya, sang pemain didatangkan pada putaran kedua musim lalu dari klub Liga Super India, Kerala Blasters, untuk memperkuat lini tengah Persik.

Catatan Luna selama membela Persik

Dalam masa singkatnya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Luna mencatatkan 15 penampilan. Ia menyumbangkan dua gol dan empat assist bagi Persik Kediri.

Salah satu kontribusi penting Luna terjadi pada akhir Januari 2026. Ia mencetak gol pertamanya untuk Persik dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Bali United. Gelandang kreatif tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Persik menundukkan Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim.

Manajer Persik, Rachmad Tri Kuncara, menilai kontribusi Luna tidak hanya terlihat dari jumlah gol dan assist. Menurut dia, kehadiran pemain Uruguay itu ikut membuat permainan Persik menjadi lebih agresif.

“Meski singkat, Adrian Luna memberikan kontribusi besar dalam perjalanan musim lalu. Tidak hanya melalui gol dan assist, dia juga memberikan perbedaan dalam permainan Persik makin agresif. Kami berterima kasih atas kontribusinya selama ini,” ujar Rachmad Tri Kuncara.

Ingin mengikuti jejak legenda Uruguay

Keputusan Persik untuk tidak melanjutkan kerja sama tersebut sekaligus mengakhiri keinginan Luna untuk berkarier lebih lama di Indonesia. Selama berada di tanah air, ia mengaku tertarik mengikuti jejak pemain-pemain Uruguay yang lebih dulu meninggalkan kenangan di Kediri.

Ronald Fagundez dan Cristian Gonzales menjadi dua sosok yang menginspirasi Luna. Ketertarikannya terhadap sejarah para pemain Uruguay di Persik bahkan mendorongnya berbicara langsung dengan Fagundez ketika Persik menjalani laga tandang ke markas PSM Makassar.

“Ya. Saya sempat bertemu Ronald Fagundez. Dia banyak cerita tentang sepak bola Indonesia dan Persik. Dari perbincangan itu, saya makin tertarik bermain di sini, terutama Persik. Saya ingin sukses seperti Ronald Fagundez dan Cristian Gonzales,” ucap Luna.

Namun, harapan Luna untuk melanjutkan karier bersama Persik tidak terwujud. Setelah manajemen memilih tidak mempermanenkan kontraknya, kebersamaan gelandang tersebut dengan Macan Putih pun berakhir setelah satu putaran kompetisi.

Source link