OGC Nice menghadapi bursa transfer musim panas dengan tekanan finansial yang besar. Klub Ligue 1 tersebut dikabarkan siap membuka peluang untuk melepas seluruh pemain dalam skuadnya demi memperoleh dana segar yang dibutuhkan untuk mendaftarkan pemain baru.
Menurut laporan media olahraga Prancis, L’Equipe, Nice perlu mengumpulkan sekitar 34 juta pound atau setara dengan Rp816,4 miliar melalui penjualan pemain. Dana tersebut disebut sebagai syarat mutlak agar klub dapat mendaftarkan pilar baru untuk memperkuat tim.
Perombakan skuad di tengah krisis keuangan
Kebijakan itu diambil setelah Nice menjalani musim domestik yang sangat berat. Klub yang berada di bawah naungan grup INEOS tersebut nyaris terdegradasi ke kasta kedua Liga Prancis pada musim lalu. Situasi itu mendorong manajemen melakukan penyesuaian besar terhadap struktur keuangan klub.
L’Equipe melaporkan, “Pihak manajemen kini sepenuhnya fokus melakukan pengurangan beban skuad secara besar-besaran dan siap mendengarkan setiap tawaran yang masuk.” Pernyataan tersebut menggambarkan arah kebijakan Nice pada bursa transfer kali ini, yakni menjual pemain terlebih dahulu sebelum bergerak lebih agresif di pasar.
Sejauh ini, aktivitas transfer masuk Les Aiglons masih terbatas. Nice baru mendatangkan satu pemain, yakni Laurent Abergel, yang direkrut secara gratis tanpa biaya transfer. Belum ada informasi mengenai pemain lain yang berhasil diamankan klub tersebut.
Kebutuhan untuk menghasilkan pemasukan dari penjualan pemain sekaligus membangun kembali skuad menjadi tantangan awal bagi Roger Ricort. Ia baru resmi menjabat sebagai Direktur Olahraga OGC Nice pada 1 Juli lalu dan langsung dihadapkan pada kondisi anggaran yang terbatas.
Masa depan kepemilikan Nice belum pasti
Tekanan terhadap Nice tidak hanya datang dari kebutuhan merombak skuad. Masa depan klub juga masih dipengaruhi situasi internal INEOS, perusahaan milik Sir Jim Ratcliffe yang menaungi klub tersebut. Grup itu masih berupaya mencari pembeli baru untuk OGC Nice seiring menipisnya ketersediaan investasi internal.
Upaya penjualan klub kepada investor asal Amerika Serikat sempat mendekati kesepakatan pada bulan lalu. Namun, negosiasi tersebut akhirnya terhenti dan gagal diselesaikan pada tahap akhir.
Dalam kondisi itu, strategi Nice di bursa transfer bergantung pada kemampuan klub menjual pemain untuk memenuhi kebutuhan finansial. Setiap tawaran yang masuk disebut akan dipertimbangkan, sementara Ricort harus merancang komposisi skuad baru dengan ruang belanja yang masih terbatas.





