Menteri Transportasi Malaysia Mundur karena Pengampunan Najib Razak

by -68 Views

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengundurkan diri dari kabinet sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemberian pengampunan bersyarat kepada mantan Perdana Menteri Najib Razak, yang sedang menjalani hukuman penjara dalam kasus skandal 1MDB.

Keputusan itu diambil setelah rapat darurat Komite Eksekutif Pusat Democratic Action Party (DAP) selama sekitar tiga jam. Loke, yang juga menjabat sebagai ketua DAP, menyatakan partainya menilai keputusan pengampunan tersebut sulit diterima, baik oleh internal DAP maupun oleh banyak rakyat Malaysia.

Loke Mundur, Menteri DAP Tetap di Pemerintahan

“Sebagai sebuah partai kami memiliki pendirian. Kami merasa keputusan ini sulit diterima oleh DAP dan banyak rakyat Malaysia. Karena itu kami berdiskusi selama tiga jam dan berdebat sebelum mencapai keputusan,” kata Loke, dikutip dari Channel News Asia (CNA), Minggu (20/9/2026).

Loke menegaskan pengunduran dirinya tidak berarti seluruh menteri dari DAP akan meninggalkan pemerintahan persatuan yang dipimpin Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Para menteri DAP lainnya tetap akan menjalankan tugas mereka demi menjaga stabilitas politik dan keberlangsungan pemerintahan.

Menurut Loke, keputusan mundur secara kolektif dapat memicu ketidakstabilan politik dan berpotensi mendorong pembubaran parlemen. Ia menyebut terdapat kelompok politik yang berharap DAP keluar dari pemerintahan.

“Itu yang diinginkan lawan-lawan kami. Kami tidak ingin memberi mereka peluru untuk melakukan apa yang mereka inginkan,” ujarnya.

Karena itu, DAP memilih langkah kompromi dengan hanya melepas jabatan Menteri Transportasi yang dipegang Loke, sementara keterlibatan partai dalam kabinet tetap dipertahankan. Loke mengatakan akan segera menyerahkan surat pengunduran diri kepada Anwar Ibrahim.

Ia juga menepis kekhawatiran bahwa pergantian menteri akan menghambat proyek dan kebijakan di Kementerian Transportasi Malaysia. “Menteri datang dan pergi. Kementerian akan tetap berfungsi seperti biasa,” kata Loke. Ia memastikan proyek serta kebijakan yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan.

Pengampunan Najib Dipersoalkan

Pengunduran diri Loke disampaikan sehari setelah Dewan Pengampunan Wilayah Persekutuan, yang dipimpin Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, memberikan pengampunan bersyarat kepada Najib.

Berdasarkan keputusan tersebut, Najib diperbolehkan menjalani sisa hukumannya melalui tahanan rumah dengan syarat membayar denda RM50 juta atau sekitar US$12,26 juta. Najib sebelumnya dipenjara karena keterlibatannya dalam skandal 1MDB, yang disebut sebagai salah satu skandal keuangan terbesar dalam sejarah Malaysia.

Loke mengatakan DAP tetap menghormati kewenangan konstitusional Raja Malaysia untuk memberikan pengampunan. Namun, ia menegaskan partainya akan terus memperjuangkan supremasi hukum dan melawan korupsi serta praktik “kleptokrasi” yang menurutnya telah membayangi Malaysia selama lebih dari satu dekade.

Keputusan tersebut juga mendapat dukungan dari sebagian kalangan politik. United Malays National Organisation (UMNO), partai tempat Najib bernaung, membuka dana solidaritas untuk membantu pembayaran dendanya. Sekretaris Jenderal UMNO Asyraf Wajdi Dusuki mengatakan dana itu mengumpulkan lebih dari RM634.000 dalam tiga jam pertama, dengan sumbangan berkisar RM10 hingga RM50.

Sejumlah analis kepada CNA menilai pengampunan bersyarat bagi Najib membawa Malaysia memasuki wilayah hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka memperingatkan keputusan itu berpotensi menjadi preseden bagi narapidana lain yang kelak mengajukan perlakuan serupa.

Source link