Saka Energi Tajak Sumur Eksplorasi Blok Pekawai di Kaltim

by -59 Views

PT Saka Energi Indonesia memulai pengeboran sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja (WK) Pekawai, Kalimantan Timur, pada 22 September 2026. Pengeboran ini diarahkan untuk menguji potensi hidrokarbon sekaligus membuka peluang penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru.

Kegiatan tersebut dijalankan melalui PT Saka Energi Sepinggan (SES), selaku operator WK Pekawai. SAKA merupakan perusahaan hulu migas bagian dari Subholding Gas Pertamina. Perusahaan itu dipercaya pemerintah melalui SKK Migas untuk mengoperasikan WK Pekawai sejak 16 Mei 2018.

“Setelah melalui serangkaian pemeriksaan akhir, SAKA melalui SES (PT SAKA Energi Sepinggan) memulai pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu SM-1 di Wilayah Kerja Eksplorasi Pekawai pada 22 September 2026,” kata Direktur Utama PGN SAKA Energi Indonesia, Intan Fauzi, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Menguji prospek hidrokarbon di WK Pekawai

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, mengatakan pengeboran SM-1 menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk memverifikasi potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui studi geologi dan geofisika.

“WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika,” ujar Fuji.

Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 kaki terukur (ftMD). Setelah pengeboran, pengujian sumur atau well-testing direncanakan dilakukan pada dua zona target. Struktur SM-1 diperkirakan memiliki volume hidrokarbon in-place P50 sebesar 109 BCF gas dan 22 MMBOE minyak atau kondensat.

Hasil pengeboran diharapkan memberikan informasi lebih rinci mengenai keberadaan serta karakteristik hidrokarbon di bawah permukaan. Data tersebut juga akan digunakan untuk mengonfirmasi potensi sumber daya migas di WK Pekawai.

Didukung teknologi pengeboran dan aspek keselamatan

Dalam pengeboran SM-1, SAKA menerapkan teknologi Casing While Drilling (CWD). Teknologi ini sebelumnya telah digunakan pada pengeboran sumur SID-5 di WK Pangkah dan dinyatakan berhasil. CWD memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan casing berlangsung dalam satu rangkaian, sehingga diharapkan meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi sekaligus mendukung keselamatan kerja dalam menghadapi kondisi bawah permukaan.

Persiapan operasi mencakup kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, serta kesiapan personel dan penerapan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE).

Prospek WK Pekawai juga berkaitan dengan karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan telah memiliki Plan of Development (POD). Sekitar 10-24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai. Kesinambungan struktur geologi dan keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu menjadi salah satu dasar prospek eksplorasi di wilayah tersebut.

Intan menegaskan seluruh rangkaian pengeboran SM-1 dilaksanakan dengan mengutamakan HSSE. “Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional,” katanya.

SAKA menyatakan akan menerapkan HSSE Golden Rules secara konsisten pada setiap tahapan kegiatan, dengan keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasi eksplorasi WK Pekawai.

Source link