Prabowo Panggil Bos Bakom Syahganda ke Hambalang, Bahas Apa?

by -38 Views

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan pimpinan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026). Pertemuan itu membahas penguatan peran Bakom dalam menjelaskan program pemerintah sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memanggil Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono. Informasi mengenai pertemuan itu disampaikan melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Komunikasi pemerintah diminta lebih mudah dipahami

Sekretariat Kabinet menyebut pembahasan berfokus pada cara Bakom menyampaikan program, hasil kerja, serta manfaat kebijakan pemerintah kepada publik. Presiden menekankan bahwa komunikasi pemerintah perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar lebih mudah diterima masyarakat.

Pesan yang disampaikan, menurut unggahan tersebut, tidak cukup hanya berupa informasi mengenai apa yang telah dikerjakan pemerintah. Setiap kebijakan juga perlu dijelaskan bersama arah dan pemikiran yang melatarbelakanginya.

“Presiden menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan,” tulis akun @sekretariat.kabinet.

Penekanan itu menempatkan Bakom bukan hanya sebagai saluran penyampai informasi dari pemerintah kepada masyarakat. Lembaga tersebut juga diarahkan untuk membantu publik memahami kebijakan secara lebih utuh, termasuk alasan dan tujuan di balik keputusan pemerintah.

Bakom diminta menampung aspirasi publik

Prabowo juga mengingatkan agar komunikasi pemerintah berjalan dua arah. Bakom diminta tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi turut mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik dari masyarakat.

Berbagai masukan tersebut selanjutnya diharapkan diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden. Dengan mekanisme itu, komunikasi pemerintah tidak hanya berfungsi menjelaskan kebijakan, tetapi juga menjadi jalur untuk menyampaikan suara masyarakat ke dalam pemerintahan.

Sekretariat Kabinet menyatakan pertemuan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi pemerintah yang terbuka, dialogis, dan berkesinambungan. Komunikasi itu mencakup hubungan antara pemerintah, media, dan masyarakat.

“Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis, dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat,” tulis @sekretariat.kabinet. Tujuannya adalah memastikan pemikiran serta kebijakan Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus membuat aspirasi masyarakat terdengar oleh pemerintah.

Source link