Tujuh merek beras yang dikenal sebagai beras “premium” tidak lolos uji laboratorium menurut Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim. Merek tersebut antara lain Bondy, Ikan Sembilang, Putri Koki, Sedap Wangi, Berlian Batu Mulia, Raja Lele, dan Rahma 35. Pemerintah Kota Bontang telah melakukan pemantauan di lapangan dan tim gabungan turun ke toko-toko modern untuk memastikan ketersediaan beras tersebut. Meskipun belum ada instruksi tertulis dari Pemerintah Provinsi, tindakan telah diambil untuk mengawasi merek beras lainnya seperti Senia, Fortune, Raja Platinum, dan Raja Ultima.
Beras-bereas tersebut telah ditemukan di beberapa ritel modern namun kembali tidak terlihat di rak setelah tim gabungan mencari. Beberapa karung sisa beras ditemukan namun dalam kondisi yang tidak layak jual. Distributor juga tidak menerima kiriman dari Samarinda. Pemkot Bontang telah mengeluarkan imbauan agar toko-toko tidak menjual atau menerima pasokan dari merek-merek yang tengah dalam pengawasan.
Respon pelaku usaha cukup kooperatif dengan menunggu kejelasan dari provinsi sebelum melanjutkan penjualan. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah percaya pada label “premium” dan bahwa hasil uji laboratorium lebih penting daripada kemasan. Pemerintah tidak akan sembarangan menarik barang dari pasaran tanpa dasar hukum yang jelas. Bontang saat ini menunggu instruksi lebih lanjut dari provinsi namun siap untuk bertindak jika perintah telah diberikan.





