Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tengah bersiap menghadapi tantangan keuangan pada tahun 2026. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan hal ini dalam Rapat Pengendalian dan Operasional Kegiatan (RADALOK) 2025. Struktur APBD tahun depan diprediksi akan terdampak oleh pelemahan kondisi fiskal, sehingga efisiensi dan inovasi menjadi hal penting yang perlu dilakukan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Meski demikian, Neni menekankan bahwa penurunan fiskal tidak boleh menghambat kinerja, bahkan harus menjadi pemicu untuk berpikir lebih kreatif dan membuat terobosan baru.
Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama, meskipun berbagai tantangan keuangan dihadapi. Evaluasi kinerja sepanjang tahun ini juga menjadi cermin bagi penyusunan anggaran 2026 yang lebih realistis dan efisien, dengan lebih tepat sasaran. Meski dihadapkan pada berbagai kesulitan, Pemkot Bontang tetap optimis dapat terus menjalankan roda pembangunan dengan semangat gotong royong. Visi-misi daerah tetap harus diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat Bontang, demikian disampaikan oleh Wali Kota Bontang.
Dalam menghadapi tantangan keuangan ini, Bontang tetap berharap untuk dapat mengatasi dengan efisiensi dan inovasi yang diperlukan. Seiring dengan semangat gotong royong dan kesatuan, diharapkan roda pembangunan di Kota Bontang tetap dapat berjalan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat setempat.





