Pemerintah Kota Bontang mengadakan pertemuan penting dengan perwakilan dari 100 perusahaan di Auditorium 3 Dimensi pada hari Senin. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menekankan pentingnya keberpihakan pada tenaga kerja lokal. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turut hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terutama para pencari kerja yang sering kali merasa terpinggirkan di kampung halaman mereka sendiri. Bersamaan dengan itu, Wakil Wali Kota Agus Haris juga mengamini pesan yang sama untuk mendukung keberpihakan pada tenaga kerja lokal.
Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk sosialisasi mengenai Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja. Namun, suasana pertemuan tersebut tidak hanya sebatas sosialisasi belaka. Wali Kota Neni secara tegas menyoroti praktik-praktik seleksi yang dianggap tidak adil, seperti seleksi Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) yang terlalu sulit dan menyulitkan masyarakat serta pencari kerja yang merasa tidak mendapat kesempatan yang layak. Keluhan-keluhan tersebut mendorong terjadinya perubahan, dengan Wali Kota Neni menyerukan perbaikan sistem seleksi, rotasi bagi pekerja Tenaga Harian (TA), dan prioritas penerimaan tenaga kerja dalam program PKP bagi warga miskin.
Keputusan besar juga diambil dalam pertemuan tersebut, yakni mulai tahun 2026, seluruh perusahaan di Bontang diwajibkan untuk memberi prioritas pada penerimaan tenaga kerja lokal. Hal tersebut sebagai upaya untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Wakil Wali Kota Agus Haris juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam merancang kebijakan penyerapan tenaga kerja yang lebih efektif guna mencapai visi Zero Pengangguran pada tahun 2029.
Pertemuan tersebut berubah menjadi sebuah ajakan tulus dan ultimatum halus kepada industri di Bontang agar tidak hanya fokus pada investasi semata, tetapi juga memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat setempat. Pemerintah Kota Bontang berharap, mulai tahun 2026, tidak akan ada lagi cerita warga Bontang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan di kampung halamannya sendiri. Semangat untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kini diletakkan di tangan perusahaan untuk diwujudkan.





