Jalan Poros Sapanang-Tonasa 2, terutama di ruas dekat terowongan rel kereta api, Kelurahan Sapanang, semakin memprihatinkan. Permukaan jalan retak dan berlubang, membuatnya berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun. Kendaraan menjadi rawan tergelincir, meningkatkan risiko kecelakaan. Musim kemarau juga menyulitkan, dengan debu tebal beterbangan dan gangguan jarak pandang. Warga sekitar khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan.
Pengendara seperti Abdullah merasa resah dengan kondisi jalan. Jalur ini merupakan akses vital bagi beberapa desa ke pusat kota, serta dilewati kendaraan industri setiap hari. Perbaikan jalan dianggap penting oleh banyak pihak, bukan hanya untuk kenyamanan tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Warga berharap pemerintah daerah dan perusahaan yang bergantung pada jalur tersebut memberikan perhatian yang lebih serius.
Perbaikan jalan dianggap mendesak, karena jalan yang layak akan meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi tanpa hambatan. Dukungan dan perhatian dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah ini.





