Perairan Kabupaten Pangkep kembali diliputi duka akibat tenggelamnya kapal kayu jenis KLM Fitri Jaya dalam perjalanan menuju Pulau Sarappo pada Sabtu pagi. Tragedi ini menelan korban tiga nyawa akibat cuaca buruk dengan hujan lebat dan angin kencang melanda laut. Kapal tersebut berangkat dari Sungai Pangkajene dengan membawa 12 penumpang serta bantuan kemanusiaan dari Dompet Dhuafa berupa semen dan jamban. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangkep, Akbar Yunus, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi kejadian yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Meskipun terjadi musibah, warga Pulau Sarappo Lompo dan aparat setempat dengan sigap memberikan pertolongan dan mengevakuasi penumpang. Korban meninggal dunia diidentifikasi berasal dari berbagai unsur, termasuk Tim LKC Sulsel dan petugas Puskesmas Sarappo. BPBD Pangkep pun mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan standar keselamatan dalam pelayaran, terutama di tengah cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Jadi, meningkatkan perhatian terhadap keselamatan pelayaran sangatlah penting dan masyarakat diimbau untuk mematuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Tragedi Kapal KLM Fitri Jaya: Tiga Orang Meninggal di Pangkep





