Neraca Perdagangan Kaltim: Surplus US$1,70 Miliar

by -52 Views

Neraca perdagangan Kalimantan Timur (Kaltim) tetap stabil meskipun terjadi lonjakan impor yang signifikan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur menunjukkan bahwa pada Desember 2025, tercatat surplus perdagangan sebesar US$1,70 miliar. Angka tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi daerah tersebut, meski tekanan dari sektor migas semakin terasa.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa surplus perdagangan didominasi oleh sektor nonmigas. Pada bulan yang sama, sektor nonmigas mencatat surplus sebesar US$1,96 miliar, sementara sektor migas justru mengalami defisit sebesar US$262,55 juta. Mas’ud menekankan bahwa defisit sektor migas perlu mendapat perhatian karena terjadi secara berkelanjutan.

Selama periode Januari hingga Desember 2025, terlihat jelas ketimpangan kinerja antara sektor migas dan nonmigas. Sektor migas mengalami defisit sebesar US$1,85 miliar, sementara sektor nonmigas mencatatkan surplus yang besar, yakni US$17,92 miliar. Performa positif dari sektor nonmigas menjadi penopang utama bagi neraca perdagangan Kaltim.

Lonjakan impor yang terjadi pada Desember 2025 menjadi faktor utama meningkatnya tekanan. Nilai impor naik sebesar US$603,73 juta atau 37,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Melonjaknya kebutuhan migas memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan tersebut, dengan impor minyak mentah sebagai penyumbang terbesar.

Impor nonmigas justru mengalami kontraksi pada Desember 2025, turun 12,66 persen menjadi US$76,27 juta. Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya impor mesin dan peralatan mekanis serta kapal dan struktur terapung. China tetap menjadi pemasok utama impor nonmigas Kaltim, diikuti oleh Jerman dan Amerika Serikat.

Impor Kaltim didominasi oleh bahan baku dan barang penolong, sedangkan impor barang konsumsi dan barang modal mengalami penurunan. Nilai ekspor Kaltim pada Desember 2025 meningkat tajam, dengan ekspor nonmigas tumbuh 30,86 persen dan ekspor migas melonjak hingga 109,78 persen.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Desember 2025, neraca perdagangan Kalimantan Timur mencatat surplus sebesar US$16,06 miliar. Mas’ud Rifai menekankan bahwa surplus dari sektor nonmigas menjadi kunci utama yang membantu menutup defisit dari sektor migas.

Source link