Pemprov Kaltim Dorong Ekspor Produk Lokal ke Pasar Global
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini tengah memperluas peluang bagi produk lokal untuk bersaing di pasar internasional. Dengan adanya perjanjian perdagangan bebas yang memberikan fasilitas tarif ekspor hingga nol persen, Pemprov Kaltim berusaha memanfaatkan momentum tersebut secara maksimal.
Peluang Ekspor Nol Persen untuk Produk Unggulan Kaltim
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyatakan bahwa tingginya permintaan produk tropis di pasar global menjadi kesempatan yang tidak boleh disia-siakan oleh daerah tersebut. Dengan fasilitas tarif nol persen yang dimungkinkan melalui perjanjian perdagangan yang ada, pintu bagi produk lokal untuk menembus pasar global semakin terbuka lebar.
Saat ini, Pemprov Kaltim terutama memanfaatkan jalur perdagangan ASEAN melalui ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Fokus pada ekspor komoditas perikanan dan hasil hutan, daerah ini juga mulai membidik pasar Jepang, Korea Selatan, Australia, hingga Timur Tengah melalui berbagai perjanjian kemitraan ekonomi yang ada.
Fokus Utama: Hilirisasi dan Pengembangan Nilai Tambah
Pemprov Kaltim juga menyadari bahwa hanya membuka akses pasar bukanlah langkah cukup. Meningkatnya persaingan global menuntut adanya nilai tambah dan daya saing yang tinggi dari produk-produk lokal. Oleh karena itu, strategi hilirisasi menjadi fokus utama pemerintah daerah saat ini.
Dengan menitikberatkan pada pengembangan ekspor komoditas non-minyak, gas bumi, dan non-batu bara yang berkelanjutan, Pemprov Kaltim berupaya untuk tidak hanya menjual bahan mentah ke luar negeri, tetapi juga mengembangkan industri pengolahan produk lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah.
Contohnya adalah upaya pengembangan produk turunan kelapa sawit selain CPO (crude palm oil) dan penarikan investasi industri pengolahan di sektor pertambangan, seperti batu bara. Melalui langkah-langkah ini, Pemprov Kaltim berharap dapat membawa daerah tersebut ke level baru dalam peta ekspor nasional.





