Kopi Kenangan Bontang: Solusi Parkir dan Kemacetan

by -84 Views

Kopi Kenangan Buka Cabang Kedua di Bontang: Tantangan Parkir dan Dampak Lalu Lintas

Kehadiran gerai baru selalu menjadi angin segar bagi sebuah kota. Hal ini juga terjadi ketika Kopi Kenangan membuka cabang keduanya di Bontang, Kalimantan Timur. Di balik manfaatnya, terdapat perhatian serius terkait masalah parkir dan dampaknya terhadap lalu lintas di sekitar gerai tersebut.

Dukungan DPRD Bontang untuk Ekspansi Bisnis Ritel

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang memberikan dukungan penuh terhadap ekspansi bisnis ritel modern seperti Kopi Kenangan. Hal ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa investasi di kota industri tersebut masih menarik meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, menyatakan bahwa setiap investasi yang masuk bisa berpotensi meningkatkan perekonomian daerah. Namun, ia juga meminta agar masalah parkir yang sering terjadi di outlet sebelumnya tidak terulang di lokasi baru.

Keselamatan dan Perizinan Menjadi Fokus Utama

DPRD menyoroti pentingnya keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebelum cabang baru Kopi Kenangan dibuka. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diminta untuk memastikan seluruh persyaratan, termasuk Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), terpenuhi.

Idrus dari DPMPTSP Bontang menjelaskan bahwa meskipun cabang baru memiliki jenis usaha yang sama, tetap diperlukan penyesuaian administrasi karena alamat yang berbeda. Penyediaan lahan parkir juga menjadi tanggung jawab pelaku usaha untuk menjaga ketertiban umum.

Tantangan Pengelolaan Parkir

Manajemen Kopi Kenangan mengakui bahwa pengelolaan parkir di outlet yang sudah beroperasi tidak sepenuhnya di bawah kendali mereka. Gilang Febrian sebagai supervisor di Jenderal Sudirman Bontang menyebut bahwa pengelolaan parkir dilakukan oleh pihak lain, meskipun retribusi parkir biasanya disetorkan melalui manajemen gerai.

Meski demikian, keterbatasan lahan parkir tetap menjadi tantangan yang dihadapi. Untuk mengatasi hal ini, kerjasama dengan warga sekitar dan pemilik usaha lain dilakukan guna memanfaatkan lahan tambahan sebagai area parkir. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan juga telah dilakukan untuk memastikan kelancaran rencana penerapan.

Source link