Amerika vs Eropa: Ancaman Perang Bisa Pecah di Sini

by -51 Views

Arktik mulai dipandang sebagai titik baru persaingan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Meski kedua pihak masih berada dalam aliansi pertahanan NATO, kepentingan atas Greenland, jalur pelayaran, keamanan, dan sumber daya alam di kawasan kutub utara dinilai berpotensi memicu ketegangan.

Penilaian tersebut disampaikan Ksenia Smertina, dosen senior di HSE Institute for Media sekaligus pakar di Russian International Affairs Council, melalui artikel opini yang dimuat media Rusia RT pada 26 September 2026. Tulisan itu berjudul “The next war will be fought here: America and Europe will be enemies”.

Greenland dan sumber daya strategis

Smertina menyebut perhatian terhadap Arktik tidak lagi terbatas pada isu lingkungan. Menurut dia, kawasan tersebut telah berkembang menjadi arena perebutan pengaruh yang mencakup aspek ekonomi, perdagangan, pertahanan, serta akses terhadap kekayaan mineral.

Greenland menjadi salah satu wilayah yang disoroti dalam analisis tersebut. Wilayah otonom Denmark itu berada di antara Amerika Utara dan Eropa, sekaligus memiliki potensi cadangan mineral strategis. Posisi geografis dan sumber daya tersebut membuat pengaruh atas Greenland dinilai dapat memberikan keuntungan bagi kepentingan pertahanan maupun ekonomi.

“Arktik telah berubah menjadi zona persaingan ekonomi dan geopolitik, termasuk perebutan pelabuhan, jalur perdagangan, serta sumber daya kutub,” tulis Smertina.

Ia juga menilai AS telah lama memperkuat kehadirannya di kawasan utara melalui pembangunan pangkalan udara, sistem radar, dan pengembangan armada kapal pemecah es. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari kepentingan Washington untuk mempertahankan posisi strategisnya di Arktik.

Sementara itu, Uni Eropa disebut berupaya memperluas perannya melalui peningkatan kerja sama keamanan, investasi infrastruktur, serta hubungan dengan negara-negara seperti Kanada. Perbedaan kepentingan ekonomi dan kebijakan antara AS dan Eropa menjadi salah satu faktor yang, menurut Smertina, dapat memperbesar persaingan di kawasan tersebut.

Rusia dan China ikut memperkuat kompetisi

Persaingan di Arktik tidak hanya melibatkan AS dan Eropa. Artikel tersebut juga menempatkan Rusia dan China sebagai pemain penting. Rusia memiliki kepentingan besar terhadap Jalur Laut Utara atau Northern Sea Route, sedangkan China mengembangkan konsep “Jalur Sutra Es” untuk memperluas aktivitas ekonominya di kawasan kutub.

Perubahan kondisi es di Arktik turut meningkatkan perhatian terhadap wilayah ini. Es yang mencair akibat perubahan iklim membuat kawasan tersebut semakin terbuka bagi pelayaran dan eksplorasi sumber daya. Kondisi itu memperbesar nilai strategis Arktik dalam perhitungan ekonomi dan keamanan sejumlah negara.

Smertina menulis, “Perang berikutnya akan terjadi di sini. Amerika dan Eropa akan menjadi musuh.” Namun, pernyataan tersebut merupakan analisis dan pandangan penulis, bukan kesimpulan bersama komunitas internasional. Hubungan AS dan Eropa hingga kini tetap berlangsung dalam kerangka NATO, meski perbedaan kepentingan di sejumlah isu tetap ada.

Source link