Masih 29 Persen, Pajak Kendaraan di Bontang Baru Terkumpul Rp13,8 Miliar
Penerimaan pajak kendaraan di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2026 ternyata masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Hingga bulan Mei, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru mencapai Rp13,8 miliar atau hanya sekitar 29,11 persen dari target sebesar Rp47,4 miliar. Hal ini menjadi perhatian serius karena mengungkap berbagai kendala yang dihadapi oleh masyarakat Bontang dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan.
Pelayanan Samsat Tidak Fleksibel
Kota industri seperti Bontang memiliki karakteristik mobilitas tinggi masyarakat yang didukung oleh jam kerja padat. Hal ini membuat banyak pekerja atau warga kesulitan meluangkan waktu untuk mengurus administrasi kendaraan, terutama karena layanan Samsat tutup saat akhir pekan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Bontang, Iliansyah, menyoroti bahwa banyak masyarakat yang sibuk bekerja sehingga sulit untuk mengurus pajak kendaraan ketika layanan Samsat juga tidak beroperasi.
Bukan hanya PKB, penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga masih rendah. Dari target sebesar Rp33,4 miliar, realisasi baru mencapai Rp8,9 miliar atau 26,84 persen. Situasi ini menggambarkan betapa pentingnya untuk meningkatkan akses dan fleksibilitas layanan publik terutama terkait dengan administrasi kendaraan bermotor.
Upaya Mengejar Target
Untuk memaksimalkan penerimaan pajak kendaraan, Samsat Bontang kini melakukan berbagai langkah, termasuk memperluas pola pelayanan. Melalui layanan Samsat Keliling, petugas bergerak ke titik-titik keramaian seperti Bontang Citimall dan bahkan sampai ke permukiman warga serta area parkir umum untuk mendata kendaraan yang menunggak pajak. Penggunaan stiker sebagai pengingat pembayaran pajak juga diharapkan dapat memotivasi pemilik kendaraan untuk segera melunasi tunggakan.
Keberhasilan dalam meningkatkan kepatuhan administrasi kendaraan akan memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah. Pajak kendaraan berguna sebagai salah satu sumber dana penting untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan kota Bontang. Semoga dengan upaya yang dilakukan, target penerimaan pajak kendaraan di Bontang dapat tercapai dalam beberapa bulan ke depan.





