Antusiasme Mahasiswa Masih Rendah Menjelang Deadline Pendaftaran Program Gratispol Kaltim
Memasuki pertengahan bulan Mei 2026, waktu pendaftaran Program Gerakan Aksi Strategis Pro Rakyat Tanpa Biaya (Gratispol) Kaltim semakin menipis. Meskipun demikian, data dari Pemprov Kaltim menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang mendaftar program bantuan pendidikan gratis tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan, yakni baru mencapai 53.643 dari 124.045 peserta yang diharapkan.
Masih terdapat puluhan ribu mahasiswa yang belum memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kuliah gratis ini. Dengan batas akhir pendaftaran pada 30 Juni 2026, kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Penekanan Pada Sosialisasi Program dan Urgensi Pendaftaran
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, dalam rapat monitoring dan evaluasi Program Gratispol Pendidikan, menekankan pentingnya partisipasi pendidikan tinggi di daerah ini. Di tahun 2025, jumlah pendaftar hanya mencapai 24.889 mahasiswa, namun mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun ini dengan mencapai 53.643 peserta.
Meski terjadi peningkatan, capaian ini masih berada di angka 43 persen dari target yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, Pemprov Kaltim menilai sosialisasi program ini perlu diperkuat, terutama di tingkat kampus agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini.
Langkah Pemprov Untuk Mempercepat Pendaftaran dan Permasalahan Pengembalian Dana
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, meminta perguruan tinggi di daerah ini untuk memastikan setiap mahasiswa mendaftar melalui website resmi Gratispol sebelum batas waktu yang ditentukan.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga mendorong integrasi sistem Gratispol dengan website resmi perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar akses pendaftaran dapat lebih mudah dijangkau oleh mahasiswa. Dalam rapat evaluasi, juga dibahas mengenai pengembalian dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang telah membayar sebelum program ini berjalan.
Pemerintah daerah meminta maupun menurunkan kepercayaan terhadap program pendidikan gratis ini. Percepatan proses refund diharapkan dapat mengurangi keluhan dan meningkatkan kepercayaan mahasiswa terhadap program ini.





