Harapan Sami Pajari Jelang Final WRC, FIA Ubah Aturan Ban Lagi

by -47 Views

Penentuan gelar Kejuaraan Reli Dunia (WRC) musim ini di Sardinia diharapkan berlangsung lewat performa murni para pereli, bukan ditentukan oleh ban bocor atau kerusakan mekanis. Harapan itu disampaikan pembalap Toyota, Sami Pajari, yang masih memiliki peluang mengejar Elfyn Evans dan rekan setimnya, Oliver Solberg.

Pajari datang ke putaran terakhir dengan selisih 17 poin dari Evans, pemimpin klasemen. Sebanyak 35 poin masih tersedia dari rangkaian etape gravel di Sardinia. Solberg juga berada dalam persaingan perebutan gelar perdananya di level dunia, hanya terpaut empat poin dari Pajari.

Posisi Pajari memang tidak ideal. Namun, pembalap Finlandia itu tetap bertekad memberikan penampilan terbaik demi peluang merebut gelar dunia pada musim keduanya secara penuh di kelas Rally1.

“Kami masih berada dalam persaingan, (tetapi) ini bukan posisi terbaik. Kami masih tertinggal cukup banyak poin dari Elfyn dan tentu posisi start di jalan juga sulit, tetapi itu persoalan lain. Kami semua sangat berdekatan dan bertarung untuk kemenangan,” ujar Pajari.

Pajari ingin gelar ditentukan di lintasan

Keinginan Pajari agar gelar ditentukan oleh kemampuan mengemudi berkaitan dengan sejumlah masalah yang dialami para peserta sepanjang musim. Pada Reli Cile, Evans mengalami ban bocor di etape kedua terakhir sehingga peluangnya dalam perebutan gelar ikut terdampak.

Pajari menilai Sardinia merupakan reli yang sulit diprediksi. Kondisi lintasan gravel di wilayah tersebut kerap memunculkan persoalan ban maupun kendala lain, sehingga hasil akhir tidak selalu hanya ditentukan oleh kecepatan.

“Saya berharap kami bisa menjalani balapan yang bagus dan semoga tidak terlalu banyak masalah untuk siapa pun. Mudah-mudahan pemenang bisa ditentukan lewat kemampuan mengemudi, tetapi Anda tidak pernah tahu,” kata Pajari.

“Ini reli yang sulit dan saya sangat menyukainya. Sangat menantang, dan kami sudah sering melihat bahwa bisa terjadi masalah ban atau hal lain yang berjalan tidak semestinya sehingga biasanya tidak berlangsung sederhana. Saya berharap kami bisa melakukan pekerjaan terbaik dengan kemampuan mengemudi dan mobil, tetapi kami juga membutuhkan sedikit keberuntungan,” tuturnya.

FIA kembali mengubah alokasi ban

Ban menjadi salah satu isu utama WRC musim ini. Setelah serangkaian kegagalan ban terjadi di Reli Paraguay, FIA mengambil langkah untuk mengurangi tekanan terhadap ban pada dua putaran terakhir musim.

Di Reli Cile, alokasi ban Hankook untuk peserta Rally1 dinaikkan dari 28 menjadi 36 ban. Zona penukaran ban juga diperkenalkan, sehingga kru dapat mengganti dua ban yang sudah aus dengan dua ban baru. Kebijakan itu mendapat sambutan positif dari pembalap dan tim.

Menjelang putaran final di Sardinia, FIA kembali menerbitkan perubahan melalui buletin yang dikirim kepada tim. Peserta Rally1 kini mendapat alokasi 40 ban, termasuk untuk shakedown, atau bertambah empat ban dibandingkan Reli Cile. Untuk peserta Rally2, alokasinya ditetapkan menjadi 30 ban.

Zona penukaran ban kembali tersedia pada Jumat dan Sabtu. Kru dapat menukar dua ban di zona pengisian bahan bakar pada titik 2,5, 7, dan 10 dalam rangkaian etape. Pada Minggu, seluruh empat ban dapat ditukar di zona pengisian bahan bakar 13, yang berada sebelum dua etape terakhir.

Setiap pabrikan Rally1 dibatasi mengerahkan maksimal empat personel di zona tersebut, sementara peserta lain hanya boleh menempatkan dua orang. Kendaraan tim baru dapat masuk paling cepat 15 menit sebelum waktu kedatangan mobil reli yang mereka dukung. Personel tim hanya diperbolehkan memasok ban; bantuan lain, peralatan, maupun suku cadang tidak diizinkan.

Source link