Haas harus mencari rekan setim baru bagi Oliver Bearman setelah Esteban Ocon dipastikan meninggalkan tim pada akhir musim Formula 1 2026. Keputusan itu menutup periode yang tidak sesuai harapan bagi pembalap Prancis tersebut, yang sebelumnya direkrut untuk memimpin Haas menghadapi era regulasi baru.
Ocon bergabung dengan Haas pada 2025 dengan reputasi kuat setelah menjalani delapan musim di F1, mengoleksi empat podium dan satu kemenangan di GP Hungaria. Ia juga menjadi pembalap pertama Haas yang pernah memenangi grand prix. Namun, dalam 18 bulan bersama Bearman, Ocon hanya mengumpulkan 45 poin, lebih sedikit dibandingkan 61 poin milik pembalap Inggris berusia 21 tahun itu.
Lulusan junior menjadi kandidat utama
Nama Rafael Camara dan Leonardo Fornaroli disebut sebagai dua kandidat paling kuat untuk mengisi kursi tersebut. Camara, pembalap Brasil berusia 21 tahun, kini memimpin klasemen Formula 2 setelah sebelumnya merebut gelar Formula 3. Ia berpeluang meraih tiga gelar berturut-turut, menyusul keberhasilannya menjuarai Formula Regional Eropa 2024.
Camara menonjol dalam kualifikasi dengan mencatat lima pole position. Jumlah itu menyamai rekor Oscar Piastri sebagai rookie dengan pole terbanyak pada 2021. Dengan dua seri tersisa di Qatar dan Abu Dhabi, Camara unggul tujuh poin atas Nikola Tsolov, meski penyelenggaraan kedua balapan tersebut masih bergantung pada situasi konflik di Timur Tengah.
Ia juga merupakan anggota akademi Ferrari, pemasok mesin Haas sekaligus program yang menaungi Bearman. Ferrari dikabarkan ingin melihat Camara berada satu tim dengan junior lainnya. Performa Camara dalam tes TPC terbaru di Portimao juga disebut mengesankan, meski ia belum pernah tampil dalam sesi latihan bebas F1.
Fornaroli, pembalap Italia berusia 21 tahun, menjadi kandidat lain yang menonjol. Setelah memenangi gelar F3 dan F2 secara beruntun, ia menjalani 2026 sebagai pembalap tes McLaren. Ia tampil dalam sesi latihan bebas di Barcelona dan Budapest, serta finis kelima di Barcelona dengan selisih hanya setengah detik dari Oscar Piastri.
“Leonardo tentu merupakan aset untuk Formula 1 di masa depan,” kata bos McLaren Andrea Stella. Menurut Stella, Fornaroli terlihat pendiam, tetapi sangat aktif berdiskusi dengan para insinyur dan rajin mencatat setiap gagasan yang muncul.
Fornaroli juga telah menjalani program TPC selama dua hari bersama Haas di Jerez pada Juni. McLaren ingin mempertahankan kendali atas sang pembalap dan dapat meminjamkannya kepada Haas jika diperlukan.
Pengalaman F1 dan opsi dari Toyota
Haas juga bisa mempromosikan Ryo Hirakawa, pembalap cadangannya sejak 2025. Pembalap Jepang berusia 32 tahun itu memiliki hubungan kuat dengan Toyota, mitra sekaligus sponsor utama Haas. Ia telah mengikuti sejumlah program TPC bersama tim.
Meski lebih dikenal sebagai pembalap mobil sport, Hirakawa memiliki pengalaman di balap formula Jepang, termasuk empat kemenangan dan finis sebagai runner-up Super Formula. Ia juga pernah menjuarai Japanese Formula 3, Super GT 2017, Le Mans, serta WEC pada 2022 dan 2023. Saat ini, ia memimpin klasemen WEC 2026 bersama Toyota. Namun, usianya yang lebih tua dua tahun dari Ocon membuat promosinya menjadi pilihan yang tidak lazim.
Yuki Tsunoda turut berusaha mendapatkan kursi F1 untuk 2027. Setelah empat musim bersama tim Faenza dan sempat dipromosikan ke Red Bull pada awal 2025, Tsunoda kemudian turun menjadi pembalap cadangan Red Bull pada 2026. Ia kembali tampil untuk Racing Bulls ketika Isack Hadjar cedera, meraih satu poin di Monza dan nyaris mencetak poin di Zandvoort.
“Saya sangat senang. Saya sangat menikmati kualifikasi ini,” ujar Tsunoda setelah start dari posisi ke-12 di Zandvoort. Namun, kedekatannya dengan Honda, rival Toyota, berpotensi menjadi hambatan bagi peluangnya di Haas.
Kandidat terakhir adalah Liam Lawson. Pembalap Selandia Baru itu kini berada di posisi kesembilan klasemen dengan 59 poin, capaian terbaik dalam kariernya. Meski performanya membaik di Racing Bulls, promosi kembali ke Red Bull tampak sulit. Dengan Nikola Tsolov dan Arvid Lindblad menunggu kesempatan, Lawson bisa mempertimbangkan Haas sebagai langkah jangka panjang berikutnya.





