Max Verstappen akan kembali mengemudikan mobil GT3 pada 17 Oktober. Pembalap Red Bull itu dijadwalkan turun dalam seri penutup GT World Challenge Europe di Portimao dengan Mercedes-AMG GT3 nomor 3, berbagi tugas mengemudi bersama Chris Lulham dan Ben Barnicoat.
Balapan tersebut menjadi penampilan GT3 Verstappen setelah terakhir kali mengendarai mobil sejenis saat memimpin kelasnya di Nürburgring 24 Hours pada Mei. Ia juga akan berhadapan langsung dengan Valentino Rossi, yang tampil dalam BMW GT3 besutan tim WRT. Pertemuan dua nama besar dari Formula 1 dan MotoGP itu membuat balapan di Portimao menjadi salah satu agenda yang paling dinanti.
Verstappen mendapat kesempatan mengisi kursi Mercedes-AMG setelah Dani Juncadella dan Jules Gounon harus menjalani balapan World Endurance Championship pada akhir pekan yang sama.
Memilih simulator statis demi kecepatan
Di luar lintasan, Verstappen terus mengasah kemampuannya melalui simulator balap. Berbeda dari banyak simulator kelas atas yang menggunakan platform bergerak untuk meniru efek pengereman, menikung, dan perubahan beban pada mobil, ia justru memilih perangkat statis.
Dalam kanal YouTube Team Redline, Verstappen menjelaskan alasan di balik pilihan tersebut. “Saya mengemudi di rumah menggunakan rig statis karena lebih cepat. Semua jenis rig bergerak itu lebih lambat. Namun, jika ingin sedikit meniru apa yang dirasakan di dunia nyata, Anda bisa membeli rig bergerak. Menurut saya, itu belum benar-benar diperlukan saat ini,” katanya.
Pilihan itu bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan pertimbangan performa. Rig statis membuat pembalap tidak perlu menghadapi gerakan tambahan yang tidak selalu membantu ketika target utamanya adalah mencatat waktu tercepat. Pengalaman Verstappen menghadapi gaya-g dalam mobil balap nyata juga membuat simulasi gerak bukan kebutuhan utama baginya.
Perangkat senilai puluhan ribu dolar
Simulator yang digunakan Verstappen di rumahnya di Monako dibangun dengan sejumlah komponen khusus. Ia memakai Simucube ActivePedals, setir Precision Sim Engineering LM-X, serta tiga monitor lengkung 32 inci Samsung Odyssey G7. Sistem tersebut digerakkan oleh wheelbase Leo Bodnar SimSteering2 Ultimate dan dilengkapi kursi Custom Recaro Podium.
Di samping simulator itu terdapat trofi juara dunia Formula 1 miliknya. Harga pasti perangkat tersebut tidak diketahui, tetapi simulator dengan spesifikasi sebanding diperkirakan bernilai antara 25.000 hingga 35.000 dolar AS atau lebih. Setup itu juga dilengkapi Red Bull Mini Fridge Baby Cooler 2020 RB-BC2020.
Dalam wawancara dengan Car and Driver pada awal 2026, Verstappen menyebut perangkat tersebut sangat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Menurutnya, pedal rem dan wheelbase merupakan bagian terpenting, selain komputer yang memadai, jika ingin kompetitif.
Team Redline bahkan menyiapkan versi portabel simulator itu di dalam motorhome Verstappen pada akhir pekan balapan. Ia juga memiliki simulator lain di sejumlah lokasi, termasuk di kapal pesiarnya. Perangkat lunak yang menjadi pilihan utamanya adalah iRacing, platform yang juga rutin digunakan Team Redline dalam berbagai ajang.
“Impian saya adalah melihat seorang pembalap simulator pindah ke dunia nyata dan menjadikannya kisah sukses, melihatnya berkembang dan berevolusi, hingga dalam jangka panjang menjadi pembalap profesional,” ujar Verstappen kepada The Athletic tahun lalu. Ia menambahkan, tujuan akhirnya adalah agar pembalap tersebut dapat memperoleh penghasilan dari profesinya.





