Alex Quinn dan tim #04 CrowdStrike Racing by APR datang ke Motul Petit Le Mans dengan selisih empat poin dari pemuncak klasemen LMP2 IMSA WeatherTech SportsCar Championship. Alih-alih terbebani, Quinn memilih pendekatan menyerang saat menghadapi balapan penutup musim selama 10 jam tersebut.
Quinn dan George Kurtz, yang menjadi rekan setimnya sepanjang musim, akan diperkuat Toby Sowery pada putaran terakhir. Mereka menempati posisi kedua klasemen di belakang duet Inter Europol Competition, Tom Dillmann dan Jeremy Clarke.
Persaingan menuju gelar menjadi semakin ketat setelah keunggulan CrowdStrike Racing by APR yang sempat terjaga sepanjang musim perlahan menyusut. Quinn menilai posisi sebagai pengejar justru membuat timnya dapat tampil tanpa tekanan untuk mempertahankan keunggulan.
“Sepanjang tahun kami memiliki sedikit keunggulan dalam kejuaraan, tetapi perlahan keunggulan itu berkurang terhadap Inter Europol. Namun akhir pekan ini, kami justru tertinggal empat poin. Jadi, sama sekali tidak ada tekanan bagi kami,” kata Quinn.
Menurut pembalap tersebut, situasi itu membuat balapan terakhir terasa seperti perebutan gelar yang dimulai dari posisi imbang. Target tim pun sederhana, yakni finis di depan Inter Europol.
“Kami hanya punya satu tujuan, yaitu mengalahkan Inter Europol. Dalam satu sisi, saya pikir menyenangkan bahwa kami tidak datang sebagai pemimpin klasemen. Kami tidak akan kehilangan apa pun, jadi kami hanya bisa meraih keuntungan. Kami akan menyerang penuh,” ujar Quinn.
Dua gelar yang masih diperebutkan
Motul Petit Le Mans bukan hanya menentukan gelar utama bagi Quinn. Pada start ke-14 dalam kariernya di WeatherTech Championship, ia juga memimpin klasemen IMSA Michelin Endurance Cup kelas LMP2. Quinn unggul satu poin atas trio AO Racing yang terdiri dari Dane Cameron, Jonny Edgar, dan PJ Hyett.
Hasil musim ini memberi alasan bagi Quinn untuk percaya diri. Ia telah meraih empat podium dari enam penampilan, termasuk kemenangan dalam Rolex 24 At Daytona. Ia juga memburu gelar seri pertamanya sekaligus berusaha memperbaiki catatan terbaiknya di Petit Le Mans, yakni posisi ketiga pada 2023.
Namun, faktor kualifikasi tetap menjadi perhatian. Pada putaran sebelumnya di Indianapolis, Inter Europol memperoleh keuntungan 10 poin dari sesi tersebut. Quinn mengakui timnya kehilangan sejumlah poin kualifikasi sepanjang musim, terutama karena harus menghadapi Jeremy Clarke, pembalap Bronze yang dinilainya sangat cepat.
Quinn juga memberikan apresiasi kepada Kurtz yang dinilai mengalami perkembangan besar sejak bekerja bersamanya secara penuh musim ini. Ia menyebut Kurtz semakin mampu menghadapi tekanan dalam balapan dan menunjukkan peningkatan performa secara umum.
“George melakukan pekerjaan yang luar biasa tahun ini. Saya melihat perkembangannya, terutama dalam menghadapi tekanan saat balapan. Performa umumnya juga meningkat pesat,” kata Quinn.
Meski begitu, Quinn menilai penentuan gelar kemungkinan besar tidak hanya bergantung pada hasil kualifikasi. Dalam sesi uji coba pekan sebelumnya di Petit Le Mans, Kurtz disebut memiliki catatan yang sangat dekat dengan Clarke. Dengan jarak poin yang tipis dan sistem penilaian yang berlaku, Quinn memperkirakan eksekusi selama balapan akan menjadi faktor penentu.
“Saya tidak berpikir hasilnya akan ditentukan saat kualifikasi. Kami lebih fokus pada balapan, dan di situlah sebagian besar perhatian kami diarahkan,” tuturnya.





